Judul Buku : Diskursus Munasabah Al-Qur'an Dalam Tafsir Al-Misbah
Penulis : Dr. Hasani Ahmad Said, M.A
Editor : Nur Laily Nusroh, Abdul Manaf
Penerbit : AMZAH
Cetakan : Pertama, April 2015
Desaign Cover : Diah Purnamasari
Layouter : Pawit Suhardi
Tebal : xxxxii + 294 hlm ; 23 cm
ISBN : 978-602-8689-95-3
Presensi : Afif Aulia Novirman
NIM : 11150850000055
NIM : 11150850000055
Review
BAB IV
TINJAUAN
KRITIS TERHADAP KONSEP DAN PENERAPAN MUNASABAH DALAM TAFSIR AL-MISBAH
A. Ragam Kajian Munasabah Dalam
Tafsir Al-Misbah
Tafsir
Al-Misbah adalah sebuah tafsir karangan Quraish Shihab. Tafsir ini menerangkan
semua tentang isi ayat, surah, maupun juz pada al-qur,an. Tafsir Al-Misbah juga
memperhatikan sistematika dari urutan ayat, surah, dan juz pada Al-Qur’an. sistematika
ini juga disebut dengan Munasabah Al-Qur’an.
B. Pola Munasabah Ayat
Dalam
Al-Qur’an, sering kita temui adanya topik yang berbeda antara satu ayat dengan
ayat yang berikutnya. adanya hal seperti ini bukanlah tanpa maksud dan tujuan.
Tuhan mempunyai maksud seperti ini untuk menjelaskan kepada kita bahwa Al-Qur’an
itu adalah satu kesatuan yang saling berhubungan.
1. Munasabah
Antar ayat dalam satu surah. Munasabah antar ayat adalah
menhubungkan antara suatu ayat dengan ayat yang berikutnya. hal ini bertujuan
untuk memberikan penjelasan hubungan ayat yang satu dengan ayat yang lain. Biasanya
topik yang dibahas antara ayat satu dengan ayat yang berikutnya berbeda. dan Dalam
mentafsirkannya dapat secara tersurat maupun secara tersirat.
2. Munasabah
antara ayat dengan penutupnya. Dalam sebuah ayat
dalam Al-Qur,an pada bagian penutup, terdapat kata-kata seperti “Maha Melihat”,
“Maha Perkasa”, “Maha Kuat”, dan sebagainya. Maksudnya disini ialah makna “Maha
Melihat” itu dalam pandangan manusia adalah mampu melihat, namun dalam
pandangan Allah, makna kata ini ialah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu.
Allah mengetahui yang ada di alam semesta dan isinya. Tujuan dari adanya
kata-kata tersebut untuk memperlihatkan keterkaitan antara ayat dengan penutup.
3. Munasabah
Antar Kalimat dalam Ayat. Munasabah Antar Kalimat dalam
ayat adalah adanya hubungan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain dalam
satu ayat. Contohnya, “Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang”. Artinya Allah itu
pengasih kepada semua makhluknya juga penyayang.
4. Munasabah
Antar Kata dalam satu ayat. Dalam munasabah Al-Qur,a’an juga
meperhatikan hubungan antar kata dalam satu ayat. Tujuannya untuk menafsirkan
antara satu kata dengan kata yang lain.
5. Munasabah
antara ayat pertama dengan ayat terakhir. Ialah adanya hubungan
antara ayat pembuka dengan ayat penutup. Contohnya, dalam Q.S Al-Mukminun 1-2
pada ayat pembuka terdapat kata ” Beruntung orang Beriman” dan pada kata
penutup terdapat kata “Khusyuk dalam Shalatnya”, maksudnya orang-orang yang
khusuk dalam shalatnya akan mendapatkan keberuntungan yang diberikan Allah.
C. Pola Munasabah Surah
Pola
ini berbeda dengan pola sebelumnya. Pada pola sebelumnya membahas tentang pola
munasabah antara ayat dengan ayat. Sedangkan pada pola ini membahas munasabah
antara surah dengan surah. Tujuannya sama dengan pola munasabah surah, yaitu
mencari keterkaitan antara surah dengan surah.
1. Munasabah
antara suatu surah dengan surah sebelumnya. yaitu
menghubungkan antara suatu surah dengan surah berikutnya untuk mendapatkan
sebuah tafsiran. Contoh pada Q.S Quraisy dengan Q.S Al-Fil. Q.S Quraisy
menjelaskan tentang nikmat yang diberikan Allah kepada penduduk mekkah. Sedangkan
Q.S Al-fil menjelaskan tentang Allah mengalahkan tentara gajah yang ingin menghancurkan
Ka’bah. Hubungan dari kedua surat ini bahwa adaya kekuasaan Allah seperti
memberi bencana dan memberi nikmat.
2. Munasabah
antara awal uraian surah dan akhir uraian surah.
Maksudnya adalah adanya hubungan antara awal uraian surah dengan akhir uraian
surah. Munasabah ini tidak hanya terdapat pada surat-surat panjang tetapi juga
terdapat pada surat-surat pendek seperti Q.S Al- Ikhlas, Q.S Al- Kautsar, dan
lain-lain.
3. Munasabah
antara awal surah dan akhir surah sebelumnya. Munasabah ini
hampir mirip dengan munasabah antara awal ayat dengan penutup surat. Yang membedakannya
ialah munasabah dengan surat dan munasabah dengan ayat.
4. Munasabah
Antara Tema Surah dan Nama Surah. Munasabah ini
menjelaskan adanya keterkaitan antara tema surah dengan nama surah. Contohnya seperti
Q.S Al-Jumu’ah. Keterkaitan antara nama surah dengan temanya adalah wajib
melakukan ibadah Shalat Jum’at bagi kaum laki-laki.
5. Munasabah
antara Penutup Surah dan Mukadimah Surah Berikutnya.
yaitu adanya keterkaitan antara penutup surah dengan mukadimah surat
berikutnya. contoh terdapat pada penutup Q.S Al-Fatihah dengan mukaddimah Q.S
Al-Baqarah. Keterkaitannya adalah agar manusia senantiasa memohon kepada Allah
agar diberi petunjuk dalam menjalankan kehidupan.
6. Munasabah
Antar Kisah dalam Satu Surah. Ialah adanya hubungan
antara suatu kisah dalam suatu surat. Contohnya kisah kaum saba’ dalam Q.S Saba’,
15-21 yang kufur terhadap nikmat diberikan oleh Allah sehingga mereka mendapat
siksa-Nya.
7. Munasabah
Antar Surah. Dalam munasabah antar surah dapat
dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu 1) hubungan antara dua surah Makiyyah,
2) hubungan antara dua surah Madaniyah, 3) hubungan antara surah Makiyyah dan
Madaniyah.
8. Munasabah
Antara Fawatih Al-Suwar dan isi Surah. Fawatih al-suwar
adalah beberapa pembuka dari surah-surah Al-Qur’an. ada beberapa macam fawatih
al-suwar. Dari semua itu, yang menarik dari munasabah ini adalah pembukaan
huruf-huruf muqatha’ah. Karena huruf ini belum dapat menjelaskan arti dari
huruf tersebut.
Kelebihan dan Kekurangan Buku
Kelebihan :
1.
Membahas secara detail tentang Munasabah
Al-Qur’an.
2.
Memberikan banyak contoh dalam setiap
sub bab sehingga memahaminya lebih mudah.
3. Sumber
isi buku sangat jelas terlihat pada pemakaian footnote dan daftar pustaka.
4. Memberikan
glosarium sehingga mempermudah untuk mengetahui kata-kata sulit.
Kekurangan
:
1. Tidak
memberikan ringkasan materi pada setiap bab.
2. Tata
Bahasa yang sulit dimengerti.

No comments:
Post a Comment